Pages

Minggu, 21 Agustus 2011

7 Perang Besar Nabi Muhammad SAW

Rasulullah tidak pernah memulai peperangan sama sekali. Sebab, beliau berusaha semaksimal mingkin supaya tidak ada pertumpahan darah manusia. Karena beliau adalah seorang nabi yang penuh kasih sayang.
Tapi, jika peperangan tidak mungkin dihindari, maka beliau akan menempatkan diri paling depan. Karena beliau adalah seorang nabi yang tak pernah gentar melawan musuh.
meskipun kita tahu bahwa beliau mempunyai mukjijat yang bisa saja dia digunakan dalam satu tebasan semua orang kafir tewas
tapi beliau mengimbangi lawannya dengan tidak menggunakan kelebihannya



1. Perang Badar
Terjadi pada 17 Ramadhan tahun kedua Hijrah, di Badar. Terletak di antara kota Mekah dan Madinah. Tentara Islam yang hanya berjumlah 313 orang berhadapan dengan kaum kafir quraisy yang berjumlah 1000 orang.
Melihat jumlah tentara lawan tiga kali lipat lebih besar, Rasulullah berdoa,"Ya Allah, menangkanlah pasukan hambamu. Bila umat yang kecil binasa, maka akan berjayalah agama berhala dan di muka Bumi ini tidak akan ada orang yang menyembah-Mu."
Ketika itu turun wahyu yang memerintahkan agar Nabi mengerahkan orang-orang mukmin untuk bertempur. Allah memberi jaminan 20 orang mukmin yang sabar akan dapat membinasakan 200 orang musuh, dan 100 orang mukmin akan dapat membinasakan 1000 orang kafir, sebab orang kafir tidak memiliki pegangan yang teguh.
Nabi segera mengambil segenggam pasir dan melemparkannya ke arah musuh sebagai isyarat perintah menyerang. Sesaat kemudian orang-orang mukmin melakukan penyerangan dengan memekikkan kata, "Ahad, Ahad, Ahad..." kala itu, angin berhembus kencang dengan menerbangkan debu-debu ke arah musuh. Keadaan ini sangat membantu kaum muslimin dan kemenangan yang dijanjikan Allah pun menjadi kenyataan
Dalam perang ini tentara Islam hanya 14 orang yang syahid. Sedang pihak kafir 70 orang tewas termasuk tokoh-tokoh seperti Abu Jahal bin Hisyam(panglima), Uthbah bin Rabian, Syaibah bin Rabi'ah, dan Umaiyah bin Shilt



2. Perang Uhud
Perang ini merupakan dendam dari kaum Quraisy atas kekalahan mereka dalam perang Badar. Mereka mengerahkan 3000 tentara, sedang kaum muslimin hanya 1000 prajurit. Itupun kemudian berkurang, karena orang-orang munafik yang sebanyak 300 orang akhirnya mengundurkan diri atas pengaruh orang-orang Yahudi
Rasulullah Saw. menempatkan pasukan muslimin di bukit Uhud, sedang dari sebelah kiri, pasukan muslim dilindungi oleh Bukit Ainan. Kemudian 50 orang dibawah pimpinan Ibnu Jubair diperintahkan menjaga celah bukit dari belakang dan dilarang meniggalkan tempat itu, apa pun yang akan terjadi
Melihat posisi kaum muslimin tersebut, pasukan kafir Quraisy mengadakan serangan dengan formasi berbentuk bulan sabit. Namun serangan mereka dapat dipatahkan. Belasan pasukan mereka berguguran, sedang yang lainnya lari meninggalkan medan. Keadaan ini membuat pasukan pimpinan Ibnu Jubair terpancing untuk turut mengadakan pengejaran dengan harapan dapat memperoleh harta yang ditinggalkan musuh
Sebagian kaum kafir yang mengetahui tempat Ibu Jubair dan pasukannya telah kosong, segera memanfaatkannya untuk melakukan serangan balik. Akibatnya dalam pertempuran ini umat Islam menderita kerugian 70 orang tewas, sedang dipihak musuh hanya 25 orang tewas. Kekalahan ini menginsafkan mereka bahwa melanggar dan mengabaikan perintah Nabi akan mendatangkan kerugian


3. Perang Gatafa
Terjadi pada tahun ketiga Hijrah. Dalam perang ini terjadi peristiwa besar, yaitu sewaktu Nabi beristirahat muncullah Du'tsur secara diam-diam seraya menghunuskan pedangnya kepada beliau.
"Siapakah yang melindungimu, hai Muhammad?"
Dengan tenang Nabi menjawab. "Allah Ta'ala,"
Seketika Du'tsur gemetar. Pedangnya yang sudah terhunus di leher Nabi terjatuh, Nabi mengambilnya lantas balik menghunuskannya kepada Du'tsur sambil bertanya, "siapakah yang dapat melindungimu dariku?"
"Tidak ada."
Nabi memaafkannya. Akhirnya Du'tsur masuk Islam dan mengajak kaumnya memeluk Islam.


4. Perang Khandaq/Ahzab
Terjadi pada tahun kelima Hijrah. Perang ini berawal dari kaum Yahudi yang melanggar perjanjian perdamaian dengan umat Islam. Mereka bergabung dengan kaum kafir Quraisy. Jumlah pasukan musuh seluruhnya mencapai 10.000 orang. Sedangkan Nabi hanya dapat mengumpulkan sebanyak 2000 prajurit muslim. Sesuai saran Salman Al-Farisi, kaum muslimin menggali parit untuk lubang perlindungan. Sekalipun jumlah tentara musuh lima kali lipat lebih besar, namun berkat pertolongan Allah kaum muslimin dapat memenangkan peperangan. Dalam perang ini, 700 orang lelaki Bani Kuraizah dihukum bunuh oleh tentara muslim karena dosa mereka yang besar sekali. Maka berakhirlah riwayat bangsa Yahudi di Madinah. Mereka banyak yang pindah ke Syiria dan Khaibar.


5. Perang Khaibar
Terjadi pada tahun ketujuh Hijrah. Meletus di kota Khaibar. Pasukan muslimin sejumlah 1600 prajurit yang dipimpin langsung oleh Nabi berhasil mengepung orang-orang Yahudi selama 6 hari. Dan pada hari ketujuh, mereka dapat ditaklukkan.


6. Perang Mut'ah
Terjadi pada tahun kedelapan Hijrah. Ketika pasukan kaum muslimin yang berjumlah 3000 orang, memasuki kota Mut'ah, dihadang oleh 200.000 prajurit Romawi, pertempuran dahsyat tak terelakan.
Panglima kaum muslimin, Zaid bin Haritsah, gugur. Lalu digantikan oleh Ja'far bin Abi Thalib, dia pun gugur. Kemudian digantikan oleh Abdullah bin Rawahah sampai ia terbunuh. Terakhir tampuk pimpinan dipegang oleh Khalid bin Walid dan perang dapat dimenangkan


7. Perang Hunain
Terjadi pada tahun kedelapan Hijrah. Peperangan ini meletus di pegunungan Hunain. Rasulullah Saw. dapat menghimpun tentara sebanyak 12.000 orang. Sedemikian banyaknya jumlah tentara muslimin sehingga sebagian kecil menyombongkan diri bahwa kemenangan pasti akan mereka dapatkan. Karena kesombongan inilah mereka lengah. Ketika baru menyeberang Wadi Hunain, pasukan musuh menyerang kaum muslimin secepat kilat. Bergugurlah barisan-barisan orang-orang yang menyombongkan diri. Rasulullah segera memperingatkan mereka agar bertobat dan minta ampun, juga menyerukan agar mengubah tujuan perang mereka semula yang ingin mendapatkan harta rampasan agar mengubah dengan berniat menegakkan agama Allah. Pada perang ini, suku Tsaqif dan Hawazin yang menyerang kaum muslimin memang membawa serta anak, istri serta harta kekayaan mereka.
Berkat pertolongan Allah Swt. keadaan menjadi berbalik, pasukan muslimin dapat dengan leluasa menguasai medan. Musuhpun akhirnya lari tunggang langgang. Dan kemenangan dapat diperoleh dengan gampang. Pada perang inilah kaum muslimin mendapatkan banyak harta rampasan yang kesemuanya itu dimanfaatkan oleh Rasulullah untuk syiarnya Islam.

0 komentar:

Poskan Komentar